Konsep ERP adalah suatu usaha untuk mengontrol semua sumber daya perusahaan melalui penanganan data secara terintegrasi dengan sebuah sistem informasi terpadu yang disebut sistem informasi ERP. Dengan tersedianya data yang lengkap dan terintegrasi, manajemen perusahaan dapat melakukan perencanaan terhadap semua sumber daya dengan cepat dan akurat.
Sebuah sistem informasi ERP mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
· Sistem tunggal
Sistem infromasi ERP dibangun dalam sistem tunggal, sehingga informasi dapat diperoleh dengan mudah dan cepat, karena memiliki data yang teintegrasi. Sistem informasi non-ERP umumnya dibangun tidak dalam sistem tunggal (misalnya ada data dalam SQL Server, sementara data lainnya mungkin dalam Foxpro), dan kalaupun dalam sistem tunggal, biasanya dibangun beberapa tim yang saling independen dan masing-masing bekerja untuk kepentingan masing-masing. Hal ini menyebabkan sulitnya memperoleh informasi dengan cepat pada sistem informasi non-ERP, baik yang menggunakan banyak sistem maupun yang menggunakan sistem tunggal.
· Modul Lengkap
Sistem informasi ERP mempunyai modul yang lengkap dan saling terintegrasi yang dapat menjangkau semua bagian dan fungsi dalam perusahaan. Sistem informasi non-ERP umumnya tidak memiliki modul yang lengkap dan hanya memiliki bagian dan fungsi tertentu saja. Kalaupun memiliki modul yang cukup lengkap, biasanya integrasi sistemnya tidak sempurna alias semu karena Sistem informasi non-ERP dibangun tanpa konsep yang jelas.
· Fleksibel
Sistem informasi ERP sangat flesibel dan dapat diimplementasikan di semua anak perusahaan atau di pabrik manapun dalam suatu perusahaan karena dapat disesuaikan (dikonfigurasi sesuai dengan kebutuhan).
· Laporan
Sistem informasi ERP memiliki data seluruh sumber daya perusahaan dan dapat memberikan laporan (informasi) apa saja yang diperlukan, termasuk fungsi-fungsi statistik untuk menganalisa laporan.
Dengan sistem informasi ERP manajemen dapat memperoleh informasi apa saja yang berkaitan dengan perusahaan dengan mudah, cepat, akurat, dan online. Informasi tersebut dapat diperoleh hanya dengan beberapa ketukan di keyboard komputer, dikenal dengan istilah (information in your fingertips), mulai dari informasi produksi, penjualan, stok barang, sampai informasi keuangan perusahaan. Contoh lain dengan sistem informasi ERP manajemen dapat mengetahui akibat yang ditimbulkan keterlambatan bahan baku produksi tertetu terhadap keseluruhan proses dalam perusahaan sehingga manajemen dapat mengantisipasinya sejak dini.
Karena cakupannya yang luas, sistem informasi ERP dibagi atas beberapa modul lagi menjadi sub – sub modul yang lebih kecil. Semua modul dalam sistem informasi ERP saling melengkapi dan merupakan satu kesatuan, ibarat sebuah puzzle besar yang terdiri atas puzzle kecil. Pengelompokan modul biasanya dilakukan berdasarkan pertimbangan fungsional, misalnya:
1. Modul Financial adalah modul utama dan merupakan pusat dari semua modul karena semua transaksi di modul lain pada akhirnya pasti akan berhubungan dengan modul ini. Submodulnya antara lain: accounting, asset management, controling, treasury, dan costing.
2. Modul Material Management adalah modul yang berhubungan dengan sumber daya material perusahaan. Submodulnya antara lain: purchasing dan warehouse management.
3. Modul Sales adalah modul yang berhubungan dengan penjualan. Submodulnya antara lain: marketing, transportation, dan shipping.
4. Modul Human Resources, Submodulnya antara lain: time management, apraisal, over time, training, dan payroll.
5. Modul Maintenance. Submodulnya antara lain: plant maintenance, preventive maintenance, dan service maintenance.
Contoh sistem informasi ERP yang cukup dikenal adalah SAP R/3, dibawah ini detail penjelasannya :
· SAP R/3 (www.sap.com) adalah sistem informasi ERP keluaran SAP AG Jerman. Sebelumnya SAP juga pernah mengeluarkan SAP R/2. Sistem informasi dengan teknologi 3 tiers ini telah dipakai beberapa perusahaan besar di Indonesia. Sistem informasi ERP ini dapat digunakan oleh berbagai jenis industri seperti manufacturing, ritel, dan pertambangan.
SAP R/3 memiliki modul yang lengkap, mulai dari Sales & Distribution (SD), Materials Management (MM), Production Planning (PP), Financial Accounting (FI), Asset Management (AM), Controlling (CO), Quality Management (QM), Plant Maintenance (PM), Human Resources (HR), Project System (PS), Workflow (WF), dan Industry Solution (IS). Setiap modul terbagi lagi atas sub – sub modul.
Selain SAP R/3, SAP juga mengeluarkan sistem informasi lain yang saling mendukung dengan SAP R/3 seperti CRM (Customer Relationship Management), SRM (Supplier Relationship Management), dan BIW (Business Information Warehouse).
SAP R/3 adalah sistem informasi yang ditulis dengan bahasa pemrograman ABAP/4 (Advanced Business Application Programming). ABAP/4 adalah bahasa pemrograman 4GL (4th Generation Language) yang dibuat oleh SAP. Dengan ABAP/4, pemakai juga dapat membuat program tambahan jika diperlukan untuk melengkapi program – program yang sudah ada.
terkait dengan Enterprise Resource Planning (ERP), bisa diunduh artikel berikut http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/929/1/10107392.pdf
BalasHapus